Ini Kisahku, Si Pare di Kebun Laras-Bening


Ini Kisahku
Bagian 1

Aku adalah tanaman pare. kalian pasti tahu aku kan? iya lah aku memang terkenal😆sombong dikit boleh lah, soalnya aku nggak pernah sombong☺

Aku terkenal dengan rasaku yang pahit. aneh juga sih, walau pahit banyak juga yang menyukaiku. jadi untuk kalian yg rasanya pahit nggak usah iri dengan teman kalian yang manis. percaya deh masing masing kita punya penggemar😉


Ehm mulai serius nih.. jadi gini, aku berasal dari biji yang tidak bagus kualitasnya, tidak seperti teman2ku yang besar dan berisi. makanya aku ditempatkan dipojokan karena aku tidak begitu diharapkan oleh mbak halim. pingin banget protes sih, jejingkrak dan teriak teriak, tapi bagaimana aku bisa teriak, bicara saja aku suliit. aku pasrah menerima takdir ini. singkat cerita akhirnya teman temanku pada tumbuh bagus-bagus. saking bagusnya mbak Halim seneeng sekali.. hampir tiap hari dia tengokin teman temanku. karna saking senangnya dia rawat dan jaga teman2ku, disiram dan juga dipagari biar ayamnya nggak pesta.

Bersambung...



Ini Kisahku
Bagian 2 (tamat )😃

Masih ingat kan tentang temanku, itu tuu biji pare yang tumbuh dengan subur, yang bisa menyenangkan hati mbak Halim.. "betapa beruntungnya mereka", pikirku. aku membandingkannya dengan diriku yang seolah tiada harapan. aku hanya sebuah biji yang kecil mungil. walau sering disiram namun berbulan bulan tidak ada tanda kemajuan. jauh berbeda dengan teman-temanku yang beruntung, tidak sampai 2 pekan sudah menampakkan daun yang sehat, batang, dan sulur yang siap merambat kemana saja. Sudahlah, untuk apa aku membandingkan nasibku dengan teman-temanku, hanya akan menghilangkan rasa syukurku.

Teman-temanku dirawat denga baik. disiram, dirawat, dan tidak lupa diberi pagar agar ayam tdk mengganggu pertumbuhan mereka. Tidak disangka, walau sudah diberi pagar, si ayam tidak berputus asa mencari rizkinya. ayam masuk dengan berbagai cara ke area terlarang. ahirnya, ayam berhasil juga. Dimakanlah semua teman-temanku yang sudah berhasil tumbuh dengan baik, sampai prontos daunnya. kasihan... mbak Halim jadi sedih 😯
"bersabarlah mbak Halim, andai aku bisa membahagiakanmu, aku sungguh ingin melakukannya, sayang aku tak berdaya"

Bulan demi bulan berlalu, mbak Halim sudah mulai melupakan kesedihannya. ooooh apa yang terjadi dengan kuu 😰 aku mulai merasa berbeda, aku sibiji yang kecil dan hampir tidak ada harapan ini mengalami sesuatu yang menunjukkan tanda kehidupan.

Benar.. aku mulai tumbuh, ya Allah, segala puji bagimu yang telah menumbuhkanku. aku tumbuh setelah aku mulai pasrah, aku tumbuh setelah ayam-ayam yang membunuh teman-temanku pada ~gering~ dan ahirnya mati.

Ya Allah.. baru aku sadar betapa Engkau menyayangiku. Kau tumbuhkan aku disaat yang tepat. oh Allah, maafkan aku atas segala prasangkaku. maafkan aku yang kadang merasa putus asa dari rahmatmu. Maafkan aku yang sering lupa Mensyukuri nikmat-Mu.

Sekarang aku sudah tumbuh, semakin tinggi. hingga batangku tak mampu berdiri tegak. aku mengeluarkan sulurku, yang membantu untuk merambat, aku akan terus merambat dan merambat. Aku pasrahkan kepada Rabku sampai kapan jatah usiaku. Namun aku berharap dapat menghasilkan buah yang bermanfaat bagi manusia.

Sampai disini dulu kisahku. semoga Allah perkenankan aku bercerita tentang buatku kelak.. entah kapan itu.

Post a Comment

0 Comments